Selamat datang di website resmi Saka Mese Maluku, Gerakan Maluku Selatan.
Saka Mese Maluku didirikan pada tahun 2018 dan merupakan organisasi nirlaba independen yang fokus pada hak asasi manusia bangsa Maluku.


-
Protes di Pegunungan Nusa Ina: “Jangan Ada Konservasi dengan Mengorbankan Tanah Adat Kami”
SERAM – Api penolakan di Pegunungan Seram Utara makin membara. Hari Minggu lalu pukul 10.30 WIT, masyarakat adat Negeri Huaulu di pulau Seram, Maluku Selatan, berkumpul di depan Rumah Adat mereka. Puluhan warga mulai dari anak-anak hingga tetua adat tampak mengenakan kain berang merah. Kain tersebut merupakan simbol persatuan, jang kali ini menjadi lambang perlawanan…
-
Masyarakat Hatuolo Tuntut Pengakuan Hak Adat, Tolak Batas Baru Taman Nasional Manusela!
SERAM UTARA – Masyarakat adat Negeri Hatuolo di pulau Seram, Maluku Selatan, bangkit bersama menolak revisi tapal batas Kawasan Taman Nasional Manusela. Dalam pertemuan krusial jang berlangsung pada 11-12 Juni, Tua Adat, Ketua Saniri Negeri, dan warga masyarakat adat setempat telah menyatakan sikap tegas. Sebagai simbol perlawanan dan keteguhan hati, sebuah sasi adat juga telah…
-
Masyarakat Adat di pulau Seram Tolak Tapal Batas Baru Taman Nasional Manusela
SERAM – Puluhan masyarakat adat dari Negeri Manusela dan Negeri Maraina di Seram Utara, Maluku Selatan, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Mereka menolak keras penetapan titik koordinat dan tapal batas baru kawasan Taman Nasional Manusela oleh pihak otoritas. Warga menilai penetapan batas tersebut dilakukan secara sepihak dan mengancam ruang hidup, lahan pertanian, serta area berburu…
-
Hari Pattimura
Pahlawan Bangsa Maluku Pada tanggal 15 Mei Bangsa Maluku memperingati pahlawannya Kapitan Pattimura. Waktu Kapitan Pattimura bangkit melawan penjajah kolonial Belanda, dia belum pernah dengar dari bangsa atau negara Indonesia. Pattimura bangkit untuk membebaskan bangsa Maluku dari penindasan: Bangsa Maluku. Itu nama “Indonesia” dia tidak kenal. Bangsa Maluku juga tidak kenal nama itu pada saat…
-
Konservasi Tanpa Suara: Penolakan terhadap Kawasan Konservasi Perairan di Pulau Damer
Penetapan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) seluas sekitar 297.000 hektar di sekitar pulau Damer, Maluku Selatan, telah memicu perlawanan sengit dari masyarakat lokal dan adat. Menurut para kritikus, keputusan tersebut diambil tanpa persetujuan mereka dan mengabaikan hak serta tradisi yang telah membentuk pengelolaan laut selama turun-temurun. Bukan Laut Kosong, Melainkan Ruang Kehidupan Bagi pembuat kebijakan, laut…
-
Selamat merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Maluku Selatan yang ke 76
Saka Mese Maluku mengucapkan kepada seluruh bangsa Maluku di seluruh dunia, khususnya para pejuang kita yang setia menjaga dan melindungi tanah air kita yang tercinta: Selamat merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Maluku Selatan yang ke76. Mari kita semua terus bergerak bahu-membahu, bergandengan tangan bersama-sama, seperti yang dilakukan dalam kebudayaan bangsa kita: yang satu mendukung yang…